Minggu, 13 November 2016




Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi setiap orang.

 A. Pengertian pendidikan karakter
Pendidikan karakter merupakan gabungan dari dua kata, yaitu pendidikan dan karakter. Ki Hadjar Dewantara dalam Kongres Taman Siswa (1930) mengatakan bahwa pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran dan tubuh anak. Sedangkan pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual-keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Sedangkan isitilah karakter secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu “character”, yang berarti : watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak. Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, ,masyarakat, bangsa dan Negara. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesame manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tatakrama, budaya, dan adat istiadat.
Jadi pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Disisi lain pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus antara lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga, dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran disekolah yang memperkuat proses pembentukan tersebut.
Disamping itu, tidak kalah pentingnya pendidikan dimasyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter.

B.   Penerapan Pendidikan Karakter Di sekolah Dasar
Penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar dilakukan pada kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan sekolah, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat. Adapun penjelasan masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Kegiatan pembelajaran
Penerapan pendidikan karakter pada pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang menggunakan pendekatan kontekstual. Alasan penggunaan strategi kontekstual adalah bahwa strategi tersebut dapat mengajak siswa menghubungkan atau mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata. Dengan dapat mengajak menghubungkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata, berarti siswa diharapkan dapat mencari hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan itu, siswa lebih memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada tataran afektif (olah hati, rasa, serta karsa) serta psikomotor (olah raga).

2.    Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar
Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri yaitu, kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian, adalah sebagai berikut :
a.    Kegiatan rutin
Merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap saat. Kegiatan rutin dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Beberapa contoh kegiatan rutin antara lain kegiatan upacara hari senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdoa sebelum pembelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam ketika bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman.



b.    Kegiatan spontan
Kegiatan ini dapat juga disebut kegiatan incidental. Kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu. Contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.
c.    Keteladanan
Merupakan sikap “ menjadi contoh”. Sikap menjadi contoh merupakan perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi siswa lain. Contoh kegiatan ini misalnya guru menjadi contoh pribadi yang bersih, rapih, ramah dan baik.
d.    Pengkondisian
Pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya pendidikan karakter. Kegiatan menata lingkungan fisik misalnya adalah mengkondisikan toilet yang bersih, tempat sampah, halaman yang hijau dengan pepohonan. Sedangkan pengkondisian lingkungan nonfisik misalnya mengelola konflik antar guru supaya tidak menjurus kepada perpecahan, atau bahkan menghilangkan konflik tersebut.

3.    Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ini merupakan kegiatan-kegiatan di luar kegiatan pembelajaran. Meskipun di luar kegiatan pembelajaran, guru dapat juga mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Namun demikian tetap diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik atau merevitalisasi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut agar dapat melaksanakan pendidikan karakter kepada siswa.

4.    Kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat
Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang pendidikan karakter yang ada di sekolah, rumah ( keluarga) dan masyarakat merupakan patner penting, suksesnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
Pelaksanaan pendidikan karakter sebaik apapun, jika tidak didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat akan sia-sia. Dalam kegiatan ini, sekolah dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan di masyarakat.


 

Kesimpulan
Pendidikan karakter sangat penting diterapkan demi mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang sudah mulai luntur. Dengan dilaksanakannya pendidikan karakter di sekolah dasar, di harapkan dapat menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dapat dilaksanakan pada ranah pembelajaran ( kegiatan pembelajaran ), pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat.





















Daftar pustaka

30 komentar:

  1. bermanfaat sekali cuneng.. semoga kita bisa menjadi guru yang berkarakter islami,,

    BalasHapus
  2. semangat terus kaka post artikelnya :)

    BalasHapus
  3. semngaat kaa .. ditunggu post selanjutnya :)

    BalasHapus
  4. sangat bermanfaat sekali. terimakasih atas ilmunya:)

    BalasHapus
  5. Your article was very helpfu for me, thank you ^^

    BalasHapus
  6. Sangat membantu banget artikelnya cantik, semoga lebih baik ya buat post selanjutnya

    BalasHapus
  7. Daebak 👍 artikelnya sangat bermanfaat kaka.. Ditunggu artikel selanjutnya :-)

    BalasHapus
  8. artikelnya sangat bermanfaat ka... terutama untuk kita sebagai calon guru

    BalasHapus
  9. good, semangat post selanjutnya k uneng :)

    BalasHapus
  10. makasih kk atas informasinya insya allah bermanfaat bagi semuanya...

    BalasHapus
  11. good artikell kembaran.. di tunggu post selanjutnya ya 👍

    BalasHapus
  12. mantap artikelnya uneng,, semoga dapat diterapkan nanti di sekolah dasr

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
© siti nurhasanah | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com