Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di
dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat
membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan
karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi
pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari
pribadi setiap orang.
A. Pengertian pendidikan
karakter
Pendidikan karakter merupakan gabungan dari dua kata,
yaitu pendidikan dan karakter. Ki Hadjar Dewantara dalam Kongres Taman Siswa
(1930) mengatakan bahwa pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan
bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran dan tubuh anak.
Sedangkan pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan
Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual-keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.
Sedangkan isitilah karakter secara harfiah berasal
dari bahasa latin yaitu “character”, yang berarti : watak, tabiat, sifat-sifat
kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak. Suyanto (2009) mendefinisikan
karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap
individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, ,masyarakat,
bangsa dan Negara. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang
berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesame manusia,
lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan,
perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tatakrama,
budaya, dan adat istiadat.
Jadi pendidikan karakter adalah suatu sistem
penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen
pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan
nilai-nilai tersebut. Disisi lain pendidikan karakter merupakan upaya yang
harus melibatkan semua kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga,
sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah
awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring
pendidikan yang kelihatannya mulai terputus antara lingkungan sekolah yaitu
guru, keluarga, dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan
berhasil selama antara lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan
keharmonisan. Dengan demikian rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan
pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan
yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran disekolah yang
memperkuat proses pembentukan tersebut.
Disamping itu, tidak kalah pentingnya pendidikan
dimasyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter
seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan
penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter.
B. Penerapan Pendidikan
Karakter Di sekolah Dasar
Penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar
dilakukan pada kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah dan pusat
kegiatan sekolah, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan keseharian di rumah
dan di masyarakat. Adapun penjelasan masing-masing kegiatan tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Kegiatan pembelajaran
Penerapan pendidikan karakter pada pelaksanaan
pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang tepat. Strategi yang
tepat adalah strategi yang menggunakan pendekatan kontekstual. Alasan
penggunaan strategi kontekstual adalah bahwa strategi tersebut dapat mengajak
siswa menghubungkan atau mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata.
Dengan dapat mengajak menghubungkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata,
berarti siswa diharapkan dapat mencari hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan itu, siswa lebih memiliki hasil yang
komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada
tataran afektif (olah hati, rasa, serta karsa) serta psikomotor (olah raga).
2. Pengembangan Budaya
Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar
Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar
dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri yaitu, kegiatan rutin, kegiatan
spontan, keteladanan, dan pengkondisian, adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan rutin
Merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap saat. Kegiatan rutin
dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus dan
konsisten setiap saat. Beberapa contoh kegiatan rutin antara lain kegiatan
upacara hari senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan,
piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdoa sebelum
pembelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam ketika bertemu guru,
tenaga pendidik, dan teman.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan ini
dapat juga disebut kegiatan incidental. Kegiatan ini dilakukan secara spontan
tanpa perencanaan terlebih dahulu. Contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan
sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat
ketika terjadi bencana.
c. Keteladanan
Merupakan sikap “ menjadi contoh”. Sikap menjadi contoh merupakan
perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan
contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan
bagi siswa lain. Contoh kegiatan ini misalnya guru menjadi contoh pribadi yang
bersih, rapih, ramah dan baik.
d. Pengkondisian
Pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan
fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya
pendidikan karakter. Kegiatan menata lingkungan fisik misalnya adalah
mengkondisikan toilet yang bersih, tempat sampah, halaman yang hijau dengan
pepohonan. Sedangkan pengkondisian lingkungan nonfisik misalnya mengelola
konflik antar guru supaya tidak menjurus kepada perpecahan, atau bahkan
menghilangkan konflik tersebut.
3. Kegiatan
ekstrakurikuler
Kegiatan ini merupakan kegiatan-kegiatan di luar
kegiatan pembelajaran. Meskipun di luar kegiatan pembelajaran, guru dapat juga
mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah
mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Namun demikian tetap diperlukan
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik atau merevitalisasi
kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut agar dapat melaksanakan pendidikan
karakter kepada siswa.
4. Kegiatan keseharian
di rumah dan di masyarakat
Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang pendidikan karakter yang ada
di sekolah, rumah ( keluarga) dan masyarakat merupakan patner penting,
suksesnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
Pelaksanaan pendidikan karakter sebaik apapun, jika tidak didukung oleh
lingkungan keluarga dan masyarakat akan sia-sia. Dalam kegiatan ini, sekolah
dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di
sekolah dengan pembiasaan di rumah dan di masyarakat.
Kesimpulan
Pendidikan karakter sangat penting diterapkan demi
mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang sudah mulai luntur. Dengan
dilaksanakannya pendidikan karakter di sekolah dasar, di harapkan dapat menjadi
solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Pelaksanaan
pendidikan karakter di sekolah dapat dilaksanakan pada ranah pembelajaran (
kegiatan pembelajaran ), pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar,
kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat.
Daftar pustaka
bermanfaat sekali cuneng.. semoga kita bisa menjadi guru yang berkarakter islami,,
BalasHapusterimakasih informasinya
BalasHapusI like it :)
BalasHapussemangat terus kaka post artikelnya :)
BalasHapussangat bermanfaat.
BalasHapuskereeeeeeen
BalasHapussemngaat kaa .. ditunggu post selanjutnya :)
BalasHapusbagus bermanfaat kak :-)
BalasHapussangat bermanfaat sekali. terimakasih atas ilmunya:)
BalasHapusgood, sangat bermanfaat :)
BalasHapusYour article was very helpfu for me, thank you ^^
BalasHapusSangat membantu banget artikelnya cantik, semoga lebih baik ya buat post selanjutnya
BalasHapusDaebak 👍 artikelnya sangat bermanfaat kaka.. Ditunggu artikel selanjutnya :-)
BalasHapusartikelnya sangat bermanfaat ka... terutama untuk kita sebagai calon guru
BalasHapusgood post! keep it up :)
BalasHapusgood, semangat post selanjutnya k uneng :)
BalasHapuslike it
BalasHapussemangat terus yah :)
BalasHapusmakasih kk atas informasinya insya allah bermanfaat bagi semuanya...
BalasHapusgood artikell kembaran.. di tunggu post selanjutnya ya 👍
BalasHapusmantap artikelnya uneng,, semoga dapat diterapkan nanti di sekolah dasr
BalasHapusmakasih cantik ilmunya :)
BalasHapussemangat calon guru muda
BalasHapusgood pos ukhti:)
BalasHapusTerimakasih infonya,,ibu guru...
BalasHapusWaww amazig
BalasHapusWaw amazin
BalasHapusWawww
BalasHapusgood artikel:)
BalasHapusgood..
BalasHapus